Minggu, 17 Maret 2019

Kategori Desain Grafis

KATEGORI DESAIN GRAFIS 

Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi beberapa kategori. Berikut adalah Lima Kategori Desain Grafis yang biasa digunakan :
  1. Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.
  2. Web Desain merupakan desain yang digunakan untuk membuat web.
  3. Film termasuk CD, DVD, CD multimedia tuk promosi.
  4. Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design) : merupakan desain profesional yg mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.
  5. Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.
Daftar Pustaka

https://jokosupriyadi18.wordpress.com/2013/04/14/lima-kategori-pada-desain-grafis/

Perkembangan Desain Grafis

PERKEMBANGAN DESAIN GRAFIS



Ø Perkembangan di Indonesia

Masyarakat Indonesia pertama kali mengenal desain grafis pada tahun 1659 melalui mesin cetak yang dibawa oleh Belanda.

Ø Perkembangan di dunia

1.  Kata Desain Grafis pertama kali digunakan pada tahun 1922 di sebuah esai berjudul New Kind of Printing Calls for New Design yang ditulis oleh William Addison Dwiggins, seorang desainer buku Amerika. 
2. Raffe's Graphic Design, yang diterbitkan pada tahun 1927, dianggap sebagai buku pertama yang menggunakan istilah Desain Grafis pada judulnya The signage in the London Underground adalah contoh desain klasik pada abad modern yang menggunakan jenis huruf yang dirancang oleh Edward Johnston pada tahun 1916.  
3.  Pada tahun 1920, Aliran konstuktivisme di Uni Soviet melihat seni yang berorientasi individu tidak ada gunanya bagi Rusia dan membuat sesuatu yang dapat diterapkan di dunia nyata. Mereka mendesain bangunan, perangkat teater, poster, kain, pakaian, perabot, logo, menu, dll.
4.   Jan Tschichold merumuskan prinsip-prinsip dasar tipografi modern pada tahun 1928 dalam bukunya yang berjudul New Typography. Tschichold, Bauhaus,Herbert Bayer and Laszlo Moholy-Nagy, and El Lissitzky adalah tipografer yang berpengaruh besar dalam ilmu desain grafis yang kita kenal sekarang ini. Mereka mempelopori teknik produksi yang digunakan sepanjang abad ke 20.
5. Pada tahun-tahun berikutnya desain grafis mendapat banyak pengakuan dan mulai banyak diterapkan. Pasca Perang Dunia II, kebutuhan akan desain grafis meningkat pesat, terutama untuk periklanan dan kemasan produk. Perpindahan Sekolah Bauhaus dari Jerman ke Chicago pada tahun 1937 membawa pengaruh besar pada desain di Amerika. Nama- nama yang terkenal diantaranya Adrian Frutiger(desainer jenis huruf Univers dan Frutiger), Paul Rand(yang dari akhir 1930-an sampai kematiannya pada tahun 1996 menggunakan prinsip Bauhaus dan menerapkannya padaiklan dan desain logo. 
6.   Pada tahun 1447, Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman, untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa.
7. Tahun 1450 Guterberg bekerjasama dengan pedagang dan pemodal Johannes Fust, dibantu oleh Peter Schoffer ia mencetak “Latin Bible” atau disebut “Guterberg Bible”, “Mararin Bible” atau “42 line Bible” yang diselesaikanya pada tahun 1456. Temuan Gutenberg tersebut telah mendukung perkembangan seni ilustrasi di Jerman terutama untuk hiasan buku. Pada masa itu juga berkembang corak huruf (tipografi). Ilustrasi pada masa itu cenderung realis dan tidak banyak icon. Seniman besarnya antara lain Lucas Cranach dengan karyanya “Where of Babilon” 
8. Pada perkembangan berikutnya, Aloys Senefelder (1771-1834) menemukan teknik cetak Lithografi. Berbeda dengan mesin cetak Guterberg yang memanfaatkan tehnik cetak tinggi, teknik cetak lithografi menggunakan tehnik cetak datar yang memanfaatkan prinsip saling tolak antara air dengan minyak. Nama lithografi tersebut dari master cetak yang menggunakan media batu litho. Tehnik ini memungkinkan untuk melakukan penggambaran secara lebih leluasa dalam bentuk blok-blok serta ukuran besar, juga memungkinkan dilakukannya pemisahan warna. 

Daftar pustaka

https://ilmumendesain.blogspot.com/p/sejarah-dan-perkembangan-desain-grafis.html
https://krepito.com/desain/2017/10/perkembangan-desain-grafis-indonesia/

Definisi Desain Grafis

DEFINISI DESAIN GRAFIS




Pengertian atau teori Desain  Grafis menurut Para Ahli antara lain :
➽ Menurut Suryanto, Desain Grafis adalah "Aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri". 
➽ Menurut Danton Sihombing, Desain Grafis adalah "Mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar, baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi".
➽ Menurut Jessica Helfand, Desain Grafis adalah "Kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-elemen ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat".
➽ Menurut Michael Kroeger, Desain Grafis adalah "Visual Communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran".
➽ Menurut Warren, Desain Grafis adalah "Suatu terjemahan dari ide dan tempat kedalam beberapa jenis urutan struktural dan visual".
➽ Menurut Blanchard, Desain Grafis adalah "Suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni, dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan".

      Berdasarkan pengertian Desain Grafis menurut Para Ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa Desain Grafis adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada perancang untuk memilih, menciptakan, atau mengatur ilustrasi, foto, tulisan, dan garis dengan tujuan untuk diproduksi dan dipublikasikan sebagai sebuah pesan kepada khalayak umum. Desain Grafis yang dibuat bisa atas pesanan seorang klien ataupun inisiatif pribadi.

Daftar Pustaka

http://kiritouzumaki.blogspot.com/2017/02/pengertian-desain-grafis-menurut-para.html

Kamis, 06 Desember 2018

Rangkuman Sistem Cerdas , Artifical Intelegent , Definisi dan Konsep Agen Ccerdas serta Contoh dari Agent Cerdas

TULISAN 1

SISTEM CERDAS



1. Definisi Sistem Cerdas

Sistem cerdas adalah sistem yang menerapkan kecerdasan buatan. Jadi, “kecerdasan” inilah yang diciptakan untuk kemudian dimasukkan ke dalam suatu mesin atau komputer. 

2. Karakteristik Sistem Cerdas

  • Memiliki fasilitas informasi yang handal
  • Mudah dimodifikasi
  • Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer
  • Memilki kemampuan untuk belajar beradaptasi.
3. Contoh Sistem Cerdas Dalam Bisnis

  • Falcon: Software Deteksi penipuan kartu kredit
  • MetLife insurance menggunakan tool ekstraksi informasi otomatis dari aplikasi MITA contoh language technology).
  • Rekomendasi personal (Personalized) daftar saluran TV berbasis Internet, (contoh intelligent agent).

AI (ARTIFICCAL INTELEGENT)

1. Definisi AI (Artificcal Intelegent)

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas (H. A. Simon [1987])

2. Sejarah AI (Artifical Intelegent)
  • Era Komputer Elektronik (1941)
  • Masa Persiapan AI (1943-1956)
  • Awal Perkembangan AI (1952-1969)
  • Perkembangan AI melambat (1966-1974)
  • Sistem Berbasis Pengetahuan (1969-1979)
  • AI Menjadi Sebuah Industri (1980-1988)
  • AI Saat Ini
3. Contoh AI (Artifical Intelegent)
  1. Siri
  2. Tesla
  3. Cogito
  4. Flying Drone
  5. Netflix

TULISAN 2

DEFINISI DAN KONSEP AGENT CERDAS 

1. Pengertian Agent Cerdas 

Agen cerdas (Artificial Intelligence) adalah sebuah agen yang menerima persepsi dari lingkungan dan melakukan tindakan.Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan kecerdasan buatan sehingga agen tersebut dapat berpikir dan bertindak selayaknya manusia (atau mungkin lebih baik dari pikiran manusia).

2. Perancangan Agent Cerdas 

Agen harus bersifat rasional, yaitu melakukan hal yang benar. Rasional bukan berarti omniscience(serba tahu/mengetahui semua dengan pengetahuan tak terbatas). 

3. Karakteristik Agent
  1. Autonomous
  2. Reaktif
  3. Proaktif
  4. Fleksibel
  5. Robust
  6. Rasional
  7. Social
  8. Situated
4. Tipe Agent
  1. Simple Reflex Agents                                                                              Agen refleks sederhana merupakan agen yang paling sederhana karena dia hanya menerapkan teknik kondisi-aksi.
  2. Model-Based Reflex Agents                                                                    Model-Based Reflex Agents merupakan perkembangan dari simple reflex agents.
  3. Utility-Based Agent                                                                                Merupakan pengembangan dari goal-based agent, pada utility-based agents untuk mecapai tujuannya ia memiliki banyak cara dan banyak pertimbangan untuk mencapai tujuannya
  4.  Learning agents                                                                                  Learning agents adalah agen yang belajar dari pengalamannya dalam meningkatkan kinerjanya.
KONSEP AGENT CERDAS

1. Konsep Agent Cerdas dan Lingkungan

Agen adalah segala sesuatu yang dapat dipandang sebagai entitas pada suatu lingkungan yang mengamati melalui alat sensor dan bertindak melalui alat aktuator.
Sebagai perbandingan, agen manusia memiliki alat sensor: mata, telinga, dan organ sensor lainnya; alat actuator:  tangan, kaki, mulut, dan bagian tubuh lain sebagai alat gerak.

2. Konsep Perancangan Agent Cerdas

Rasional : melakukan hal yang benar.

   Agen rasional melakukan hal yang benar berdasarkan percept apa yang ditangkap dan tindakan (action) apa yang diambil.

Tindakan yang tepat adalah tindakan yang akan menyebabkan agen menjadi yang paling sukses.


CONTOH AGENT CERDAS 


1. Agent : Taksi Otomatis

     Sebuah agent taksi otomatis yang menerima penumpang dan mengantarkannya ke tujuan. Task Environment :
  • Performance measure: keamanan, kecepatan, legalitas, kenyamanan perjalanan, keuntungan.
  • Environment: jalanan, lampu merah, lalulintas, pejalan kaki, cuaca.
  • Actuators: stir arah, gas, rem, klakson, sinyal kiri/kanan.
  • Sensors: kamera, sonar, speedometer, GPS, odometer, accelerometer, mesin sensor, keyboard.
855542
2. Agent : Medical diagnosis system
      Sebuah agent Medical diagnosis system yang mendiagnosa pasien secara otomatis. Task Environment :
  • Performance measure: pasien sembuh, biya murah tidak menyalahi hukum.
  • Environment: pasien, rumah sakit, suster, dokter.
  • Actuators: layar monitor (pertanyaan, tes, diagnosa, treatment, petunjuk).
  • Sensors: keyboard (masukan gejala penyakit, jawaban pasien).

20161126_Angel

DAFTAR PUSTAKA

https://maghfiramaulan.blogspot.com/2016/11/sistem-cerdas-intelligent-information.html

http://sherlianna.blogspot.com/2016/09/sistem-cerdas-dan-kegunaanya.html
https://willyluga.wordpress.com/2017/09/22/pengantar-teknologi-sistem-cerdas/

http://web.if.unila.ac.id/purmanailuswp/2015/09/13/pengertian-artificial-intelligence-kecerdasan-buatan/

https://thebypassme.blogspot.com/2014/10/sejarah-artificial-intelligence.html
https://medium.com/@teknoiot/contoh-penerapan-artificial-intelligence-yang-populer-saat-ini-508851fca1d4

http://www.weare.id/pengertian-agen-cerdas/

http://w3ight.blogspot.com/2013/11/mendeskripsikan-agen-cerdas.html

http://manmanmanputra.blogspot.com/2014/12/artificial-inteligent-agen-cerdas.html

https://evangelinosite.wordpress.com/2017/10/21/agent-konsep-agent-definisi serta-contoh/

Jumat, 09 November 2018

Contoh Dari Agent Cerdas


1. Agent : Taksi Otomatis

     Sebuah agent taksi otomatis yang menerima penumpang dan mengantarkannya ke tujuan. Task Environment :
  • Performance measure: keamanan, kecepatan, legalitas, kenyamanan perjalanan, keuntungan.
  • Environment: jalanan, lampu merah, lalulintas, pejalan kaki, cuaca.
  • Actuators: stir arah, gas, rem, klakson, sinyal kiri/kanan.
  • Sensors: kamera, sonar, speedometer, GPS, odometer, accelerometer, mesin sensor, keyboard.
855542
2. Agent : Medical diagnosis system
      Sebuah agent Medical diagnosis system yang mendiagnosa pasien secara otomatis. Task Environment :
  • Performance measure: pasien sembuh, biya murah tidak menyalahi hukum.
  • Environment: pasien, rumah sakit, suster, dokter.
  • Actuators: layar monitor (pertanyaan, tes, diagnosa, treatment, petunjuk).
  • Sensors: keyboard (masukan gejala penyakit, jawaban pasien).

20161126_Angel

DAFTAR PUSTAKA
https://evangelinosite.wordpress.com/2017/10/21/agent-konsep-agent-definisi-serta-contoh/

Definisi Dan Konsep Agent Cerdas

DEFINISI AGENT CERDAS 

1. Pengertian Agent Cerdas


       Agen cerdas (Artificial Intelligence) adalah sebuah agen yang menerima persepsi dari lingkungan dan melakukan tindakan.Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan kecerdasan buatan sehingga agen tersebut dapat berpikir dan bertindak selayaknya manusia (atau mungkin lebih baik dari pikiran manusia). Ilmu AI dalam permainan umumnya digunakan untuk membuat agen yang dapat mengambil tindakan, memiliki kecerdasan, dan bisa memahami keputusan terhadap kondisi permainan yang dinamis.

2. Perancangan Agen Cerdas

    Agen harus bersifat rasional, yaitu melakukan hal yang benar. Rasional bukan berarti omniscience(serba tahu/mengetahui semua dengan pengetahuan tak terbatas). Agen dapat melakukan tindakan dalam rangka untuk mengubah persepsi masa depan untuk memperoleh informasi yang berguna (pengumpulan informasi, eksplorasi).
   Sebuah agen dikatakan otonom jika perilaku agen ditentukan oleh pengalaman sendiri (dengan kemampuan untuk belajar dan beradaptasi), sehingga agen belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. 
   Pengukuran kinerja merupakan Sebuah kriteria obyektif untuk mengukur keberhasilan suatu perilaku agen. Goal adalah tujuan utama yang berusaha dicapai oleh agen (prioritas utama).

3. Karakteristik Agent

  1. Autonomous, yaitu agen berkemampuan untuk melakukan tugasnya dan mengambil keputusan secara mandiri tanpa adanya intervensi dari luar seperti agen lain, manusia ataupun entitas lain.
  2. Reaktif, yaitu kemampuan agen untuk cepat beradaptasi terhadap perubahan informasi yang ada pada lingkungannya
  3. Proaktif, yaitu kemampuan yang berorientasi pada tujuan dengan cara selalu mengambil inisiatif untuk mencapai tujuan.
  4. Fleksibel, yaitu agen harus mempunyai banyak cara dalam mencapai tujuannya.
  5. Robust, yaitu agen harus dapat kembali ke kondisi semula jika mengalami kegagalan dalam hal tindakan ataupun dalam menjalankan plan.
  6. Rasional, yaitu kemampuan untuk bertindak sesuai dengan tugas dan pengetahuannya dengan tidak melakukan hal yang dapat menimbulkan konflik tindakan.
  7. Kemampuan berkoordinasi dan berkomunikasi (Social), yaitu dalam melakukan tugasnya, agen memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan berkoordinasi baik dengan manusia maupun dengan agen lain.
  8. Situated, yaitu agen harus berada dan berjalan di lingkungan tertentu.

4. Tipe Agent

1.      Simple Reflex Agents
Agen refleks sederhana merupakan agen yang paling sederhana karena dia hanya menerapkan teknik kondisi-aksi.
2.      Model-Based Reflex Agents
Model-Based Reflex Agents merupakan perkembangan dari simple reflex agents. Agen refleks sederhana dapat melakukan tindakannya dengan baik jika lingkungan yang memberikan percept/kesan tidak berubah-ubah
3.      Goal-Based Agents
Goal-based agents merupakan perkembangan dari model-based reflex agents dimana pengetahuan agen akan keseluruhan keadaan pada lingkungan tidak selalu cukup.
Suatu agen tertentu harus diberikan informasi tentang tujuan yang merupakan keadaan yang ingin dicapai oleh agen.
4.      Utility-Based Agents
Merupakan pengembangan dari goal-based agent, pada utility-based agents untuk mecapai tujuannya ia memiliki banyak cara dan banyak pertimbangan untuk mencapai tujuannya, tidak hanya satu jalan, namun utility-based agent ini mempehitungkan dan memilih aksi/jalan yang efisien dalam mencapai tujuannya.
5.      Learning agents
Learning agents adalah agen yang belajar dari pengalamannya dalam meningkatkan kinerjanya.

KONSEP AGENT CERDAS

1. Konsep Agent Cerdas Dan Lingkungan

    Agen adalah segala sesuatu yang dapat dipandang sebagai entitas pada suatu lingkungan yang mengamati melalui alat sensor dan bertindak melalui alat aktuator.
Sebagai perbandingan, agen manusia memiliki alat sensor: mata, telinga, dan organ sensor lainnya; alat actuator:  tangan, kaki, mulut, dan bagian tubuh lain sebagai alat gerak.

  Sedangkan pada agen robot: kamera dan inframerah untuk sensor, dan lengan, serta berbagai motor sebagai aktuator.
Agen menerima (percept) sensor dari lingkungan. Keseluruhan percept yang diterima agen pada suatu selang waktu disebut percept sequence.


2. Konsep Peranccagan Agent Cerdas

Rasional : melakukan hal yang benar.

   Agen rasional melakukan hal yang benar berdasarkan percept apa yang ditangkap dan tindakan (action) apa yang diambil.
Tindakan yang tepat adalah tindakan yang akan menyebabkan agen menjadi yang paling sukses.

   Agen dapat melakukan tindakan dalam rangka untuk mengubah persepsi masa depan untuk memperoleh informasi yang berguna (pengumpulan informasi, eksplorasi).
Sebuah agen dikatakan otonom jika perilaku agen ditentukan oleh pengalaman sendiri (dengan kemampuan untuk belajar dan beradaptasi).



DATAR PUSTAKA

http://www.weare.id/pengertian-agen-cerdas/
http://w3ight.blogspot.com/2013/11/mendeskripsikan-agen-cerdas.html
http://manmanmanputra.blogspot.com/2014/12/artificial-inteligent-agen-cerdas.html

Senin, 29 Oktober 2018

Membbuat Garis Horizontal, Vertikal, dan Diagonal Menggunakan Dev++ OpenGL

OpenGL (Open Graphics Library) adalah suatu spefikasi grafik yang low-level yang menyediakan fungsi untuk mempermudah pekerjaan atau untuk keperluan – keperluan pemrograman grafis (Graphics Programming / GP), termasuk grafik primitif (titik, garis, dan lingkaran). OpenGL(Open Graphic Library) adalah sebuah library terdiri dari berbagai macam fungsi dan biasanya digunakan untuk menggambar sebuah objek 2D ata 3D. OpenGL bersifat Open-Source, multi-platform dan multi-language.

untuk membuat sebuah garis membutuhkan bahasa pemrograman DevC++ yang telah terinstall library OpenGL.

untuk logika dan list programnya bisa klik link di bawah ini:

Click Here !